Jumat, 08 Juli 2011

Misteri Hujan Darah

Misteri hujan darah di India ini memang sangat mengherankan. Kini, mari kita ungkap misteri hujan darah di India ini dengan sains. Anda semua juga bisa melihat video hujan darah India ini di bagian paling bawah!
Inilah penjelasan hujan darah atau hujan merah ini
Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !
sel hujan berwarna merah
Menurut ilmuwan setempat unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi
Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.
Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.
Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.
Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.
Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup.
Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.
Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.
Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.
Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.
Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.
Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor.
McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit.
36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19.
McCafferty mengatakan, “Å“kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja.”
Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.
Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.
Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis ‘luar bumi’.

Desa kanibal Pemakan Manusia

Masyarakat kanibal di china pemakan daging wanita virgin alias wanita yang masih perawan. Ada sebuah Desa dan perkampungan terpencil dichina masyarakatnya suka memakan daging manusia khususnya wanita yang masih perawan. Menurut mereka, bagian sensitif wanita atau gadis perawan lebih harum dan wangi dibanding wanita yang bukan virgin.
Masyarakat di desa tersebut melakukan pesta pemotongan daging besar-besaran yang dilakukan setiap tahun menjelang imlek, bagi mereka daging merupakan makanan mewah yang sulit dijangkau sehingga mereka memakan hanya dalam 1 tahun sekali tepatnya pada hari imlek.
Desa kanibal tersebut meskipun kondisinya terpencil tapi merupakan desa  tempat para wisatawan melintas dan semua wisatawan akan melewati desa tersebut. Jika ada wisatawan dan hanya berjalan sendirian jika kemalaman umumnya mereka akan menumpang nginap dirumah warga desa kanibal tersebut.
Jika kebetulan wisatawan tersebut seorang wanita, mereka akan menangkap wisatawan wanita tersebut kemudian di ikat dan dilarang keluar rumah. Si wanita tersebut akan diberi makan dan tempat tinggal gratis oleh warga. Apabila wanita tersebut masih VIRGIN, mereka ga boleh mendekati lelaki lainnya. Karena bagi mereka, bagian SENSITIF wanita akan lebih wangi dibanding yg bukan virgin. Sehingga harus menjaga mereka supaya tidak ditindas oleh laki-laki lain.
Ketika menjelang imlek, wanita tersebut akan disembelih dan badan dia akan dijadikan DAGING PERSEMBAHAN oleh warga mereka. Wanita yang tadinya diculik oleh warga akan di cuci bersih terdahulu hingga dicabut seluruh bulu dibadannya.
Kemudian wanita itu di buka pakaiannya dan kaki tangannya diikat ketat dan dibawa ke tempat persembahan mereka, kemudian akan dilanjutkan upacara pemotongan. Berikut ada beberapa foto proses pemotongan.

Dunia Islam Dalam Perkembangan Keilmuan Geografi

Ilmu geografi tumbuh dan berkembang dari awal peradaban manuisa. Sesungguhnya Munculnya pemikiran geografis dapat dikatakan sejalan dengan munculnya peradaban umat manusia. Pada  saat manusia secara naluriah  mengenal upaya untuk mempertahankan diri dan mengembangkan eksistensinya di permukaan bumi. Pada dasarnya mereka telah berfikir geografis. Tentang apa yang dapat dimakan, dimana mendapatkan makanan, kapan dapat diperolehnya, mengapa bahan pangan ada di wilayah tertentu dan bagaimana memperoleh makanan.
Walaupun demikian, Dasar-dasar perkembangan geografi pada umumnya orang masih merujuk pada apa yang dikembangkan para pakar pada masa Yunani kuno.
Eratosthenes (276-196 SM) adalah tokoh yang pertama menyebut dirinya sebabagai ahli geografi dan memperkenalkan istilah geografi lewat buku yang ditulisnya dengan judul “Geographika”, yang meliputi bab-bab tentang pengetahuan geografi fisik (perubahan hubungan darat, laut dan arus laut,),  geografi  astronomi serta bab yang berisi uraian tentang negeri dan bangsa-bangsa (Khoe Soe Khiam, p.10). disamping itu dia juga orang pertama yang melakukan pengukuran besarnya bola bumi. Dilanjutkan dengan Strabo (66-24 M) yang meletakkan pandangan dasar yang sekarang ini menjadi ciri utama pendekatan kajian geografi, yaitu keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Lalu Claudius Ptolomeus yang menyempurnakan metode penentuan lokasi tempat-tempat di permukaan bumi dengan penggunaan sistem garis bujur dan garis lintang.
Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk juga geografi telah berhasil dibuahkan dalam satu kurun waktu sekitar 400 tahun dari 250 SM- 200 M. Keadaan  ini dimungkinkan oleh adanya suasana kehidupan intelektual dan politik yang menunjang. Para  ahli bebas mengemukakan pendapatnya tentang berbagai peristiwa atau kejadian di Bumi. Baik orang awam atau pun pakar geografi mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengadakan perjalanan. Sehingga keilmuan geografi sangat dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan keruangan dalam mengenai  arah, jarak, letak tempat-tempat dan hubungan kenampakkan dengan kenampakkan lain.
Pada kurun waktu 200-1200 merupakan jaman kegelapan bagi pertumbuhan geografi dan pengetahuan perpetaan. Keadaan demikian itu berkaitan erat dengan perjalanan sejarah eropa. Keadaan politik yang tidak mendukung. Dimana eropa menjadi negara kecil yang saling berperang, sehingga tak memungkinkan untuk melakukan perjalanan. Rasa ingin tahu akan apa yang ada diluar cakrawala pun sukar dikembangkan. Juga diwarnai dengan kehidupan yang diwarnai dengan dominasi gereja. Peta yang berkembang adalah peta-peta yang dirujuk oleh tokoh gereja.
Pengetahuan geografi dan perpetaan yang  telah berkembang tidak sepenuhnya lenyap selama abad pertengahan. Orang-orang Islam di dunia Arab masih meneruskan dan mengembangkan lebih lanjut tradisi ilmu geografi, Khususnya setelah keberhasilan ekspedisi kekuasaan Islam ke Eropa pada abad ke delapan. Antara tahun 800 hingga 1400 pengetahuan geografi, perpetaan dan kosmografi yang dikembangkan para ahli Islam dapat dikatakan cukup maju dan dikembangkan dari berbagai macam sumber. Sarjana-sarjana Muslim tidak hanya menterjemahkan karya-karya yunani tetapi juga mengkombinasikannya dengan pengetahuan yang telah berkembang di pusat kebudayaan di mesir, india, dan persia. Serta perjalanan langsung ke berbagai penjuru dunia.
Perkembangan keilmuan geografi di dunia Islam terutama disebabkan oleh hal sbb: 1 Perdagangan  yang cukup  ramai meliputi 3 benua. 2. Bahasa dan agama yang sama. 3. kesultanan yang  mendukung sepenuhnya keilmuan. 4. Penterjemahan karya yunani dlam bahasa arab. 5. Berkembangnya ilmu dasar (Biologi, ilmu hitung, kedokteran dll).
Untuk keperluan perjalanan cendekiawan muslim memerlukan pengetahuan lokasi tempat secara sama, lebih-lebih ketika Kekuasaan Islam terbentang dari pakistan hingga pantai atlantik dan meliputi seluruh pantai utara Afrika dan sejumlah kawasan di Eropa. Sumbangan dunia Islam meliputi  pengetahuan Klimatologi (termasuk angin munson), morfologi, proses geologi, sistem mata pencaharian, organisasi kemasyarakatann, mobilitas penduduk, serta koreksi akan kesalahan yang tertulis pada buku yang ditulis ptolomeus.
Karya-karya sarjana Muslim seperti  Al-Biruni, Ibnu Sina, Ai Istakhiri, Al Idrisi, Ibn Khaldun dan Ibn Batuta telah menjadi dasar pemicu kembalinya perkembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya geografi namun juga dalam berbagai ilmu lain. Karena demikian besar jasanya dalam geografi dan Kartografi, Al-Idrisi diangkat diangkat sebagai penasihat dan pengajar di istana raja Sicilia, Roger II (1154), dan akhir-akhir ini namanya (Idrisi) diabadikan untuk nama perangkat lunak yang dikembangkan Universitas Clark di Worcester (Amerika Serikat) untuk alat bantu analsisis geografi, citra digital, kartografi, dan sistem informasi geografis (Prahasta p.15)
Sumber:
Suharyono.2005.Dasar-dasar kajian Geografi Regional.Semarang:UNNES Press.